Bahaya, Sampah Bekas Rapid Test Antigen Dibuang ke Laut

    Bahaya, Sampah Bekas Rapid Test Antigen Dibuang ke Laut
    Tumpukan sampah bekas rapid test antigen

    Banyuwangi - Pantai Kapuran di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi Jawa Timur, jadi lokasi pembuangan sampah bekas peralatan rapid test antigen. Sampah bungkus peralatan medis ditemukan berserakan di pinggir pantai. Tak sedikit pula sampah yang terapung di sekitar perairan. Tumpukan bungkus peralatan medis juga ditemukan bercampur dengan sampah rumah tangga, Senin (31/01/2022).

    INFOPUBLIK.CO.ID
    market.biz.id INFOPUBLIK.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Di lokasi ditemukan sampah plastik pembungkus alat rapid test, sarung tangan latex bekas pakai, masker bekas, tisu, serta surat keterangan hasil rapid test antigen salah satu klinik di Banyuwangi. Sebagian sampah ada yang sengaja dibakar dan sebagian besar jatuh dan terapung ke laut, sehingga mencemari Selat Bali. Sampah pembungkus alat medis tersebut diduga berasal dari gerai rapid test yang menjamur di sepanjang kawasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

    Kasat Polair Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza mengatakan, pihaknya bersama anggotanya telah mendatangi lokasi dan mengamankan sampah pembungkus peralatan medis yang berada tak jauh dari Mako Satpolair Polresta Banyuwangi. "Kita sudah cek ke TKP. Kita juga sudah mengamankan BB (Barang Bukti) yang ada di TKP, kita bawa semuanya. Selanjutnya nanti akan kita cari tahu siapa pemilik ataupun yang membuang barang tersebut, " ungkapnya.

    NEWSRELEASE.CO.ID
    market.biz.id NEWSRELEASE.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan dinas terkait guna mengetahui apakah sampah pembungkus peralatan medis itu termasuk kategori limbah medis atau bukan. "Kita akan koordinasikan terlebih dulu dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan apakah sampah pembungkus alat medis tersebut masuk kategori limbah medis atau bukan, " kata Kompol Jeni.

    Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi dr. Yos Hermawan mengatakan, kemasan atau bungkus rapid antigen tidak termasuk dalam limbah medis maupun limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) "Kemasan itu tidak termasuk dalam limbah medis. Berbeda dengan alat atau cotton rapid antigen, jarum suntik, obat kadaluarsa itu termasuk limbah medis. Untuk sarung tangan latex perlu dipastikan terlebih dahulu apakah itu digunakan untuk keperluan medis atau tidak. Karena saat ini banyak orang juga menggunakan sarung latex, " kata dokter Yos.

    HUMAS.TV
    market.biz.id HUMAS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Kendati demikian, pihaknya juga tidak membenarkan tindakan membuang sampah di sembarang tempat semacam itu. Karena menurutnya hal tersebut jelas membuat pencemaran dan merusak lingkungan. "Ya kalau dibuang sembarangan jelas tidak boleh. Ya bagaimanapun meskipun bungkus ya harus dibuang ditempat yang tepat, " pungkasnya.

    Banyuwangi Jatim
    Soberi

    Soberi

    Artikel Sebelumnya

    Kue Cake Potong Topping Buah Warna Merah,...

    Artikel Berikutnya

    Ombudsman Jatim Serahkan Raport Kepatuhan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 9

    Postingan Tahun ini: 43

    Registered: May 4, 2021

    N. Wijanarko

    N. Wijanarko verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 7

    Registered: Oct 4, 2021

    Agung widodo

    Agung widodo verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 2

    Registered: Apr 8, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 11

    Registered: Apr 25, 2022

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Adakan Donor Darah, BEM FAPET Kolaborasi dengan BEM FKG dan PMI
    Tiga Ksatria Airlangga Sabet Juara I Lomba Debat Nasional
    UB Lakukan Kajian Risiko Bencana di Kepulauan Anambas
    KKN-T DM Bantu UD Kopi Ledug Buat Sistem Manajemen Mutu Perusahaan

    Rekomendasi

    Inovasi Mahasiswa UNAIR Buat Artificial Meniskus
    FS Tersangka, Kapolri Lulus Ujian Terberat
    Bantu Sejahterakan Ekonomi Warga, Tim PKM-PM Psikologi UNAIR Lolos Pendanaan
    Kasus Perundungan di Tasikmalaya, Pakar UNAIR: Peran Lingkungan Korban Alami Trauma Hingga Gangguan Fisik
    Vokasi ITS Kembali Peroleh Sertifikasi Keprofesian dari BNSP dan LSP

    Ikuti Kami